Facebook  Twitter  Google+ Yahoo Instagram

Translate

Jumat, 08 Mei 2015

Batik Minangkabau

Batik Minangkabau memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari batik lain, khususnya batik yang berasal dari tanah Jawa. Motif-motif Batik Minangkabau banyak terinspirasi dari ukiran rumah adat, serta motif kain songket Minangkabau.

Keindahan dan eksotisme batik Minangkabau pun diterjemahkan para desainer fashion ke dalam ragam busana siap pakai, di perhelatan Minangkabau Festival 2015 yang diadakan Jumat (1/5/2015) malam di gedung Gubernuran, Kota Padang, Sumatera Barat. Mulai dari Ade Listiani hingga Dian Pelangi, masing-masing memiliki interpretasinya sendiri dalam mengolah batik yang terpengaruh dari kebudayaan Thailand, India, China, Melayu sampai Portugis ini.

Ina Priyono lewat koleksi bertema Color of Java, mengangkat Batik Sulit Air. Ina mengawali peragaan koleksinya dengan busana terusan gamis. Motif batik yang terinspirasi dari bentuk tumbuh-tumbuhan, serta palet cerah menjadikan koleksi terbaru Ina ini sesuai dikenakan anak muda.

Penampilan Ina yang membawakan sekitar enam set busana, diikuti oleh karya Raizal Rais yang mengangkat Batik Angso Duo Pariaman. Hadir dalam koleksi busana pria, desainer yang akrab disapa Buyung ini memadukan adat pria Minangkabau dengan sarung modifikasi sebagai bawahan. Padu padannya cenderung simple namun tetap terkesan elegan dan tak mengurangi nuansa etnik khas Sumatera Barat.

Sementara itu, Ade Listiani menghadirkan dua koleksi busana muslim yang masing-masing mengangkat batik Padang dan batik Painan. Koleksi pertama menampilkan Batik Tanah Liek, yaitu batik khas Minangkabau yang menggunakan tanah liat dalam proses pewarnaannya. Sementara batik Painan menggambarkan kawasan pesisir di malam hari, dimana banyak bintang bertebaran dan bulan terlihat lebih terang di malam hari.

"Modelnya gaun malam. Kalau Padang banyak potongan A-line, Painan lebih banyak draperi. Dominasinya warna hitam karena menggambarkan malam," ujar Ade kepada Wolipop.

Batik Bukittinggi juga turut meramaikan fashion show yang memang tema 'The Wonderful of Minangkabau Batik' ini. Kali ini ditampilkan oleh Ida Sofyan. Ida menawarkan alternatif lain dalam busana muslim, yaitu gamis bergaya kimono. Bagian lengan dibuat melebar ke bawah, dan dilengkapi dengan rompi berpotongan unik. Ia juga menghadirkan coat motif batik yang dipadukan blouse serta rok tulle panjang. Terlihat aksen motif songket pada pinggiran hem, serta bordiran sulur di area pinggang. Sentuhan oriental pada batik Minangkabau juga dihadirkan. Salah satu diantaranya baju bodo warna merah dengan hiasan bordir bunga.

Di tengah maraknya warna-warna cerah nan kuat, Ade Irma sedikit 'menenangkan' panggung dengan koleksinya yang didominasi palet hitam serta warna-warna alam seperti cokelat, krem, beige dan hijau pupus. Ade menampilkan batik Pesisir dalam busana bergaya tumpuk dan kaya detail draperi. Ia juga menghadirkan kerudung panjang sebagai alternatif berbusana hijab syar'I.

Sebelum peragaan berakhir, Boyonz Ilyas menghadirkan koleksi busana pria bermotif Batik Solok dalam balutan jas dan beskap, dengan pemakaian warna-warna terang hingga alam. Peragaan pun ditutup oleh karya Dian Pelangi yang menuangkan padu padan berbagai motif batik dalam satu kesatuan busana gamis, terusan dengan padanan jaket asimetris hingga coat ultra panjang.

(detik)
Cara Seo Blogger

Berita dan Tips-Tips Terbaru