Facebook  Twitter  Google+ Yahoo Instagram

Translate

Rabu, 10 Juni 2015

Rudolf G. Smend dan Brigitte Willach, Kolektor Asal Jerman Memiliki Koleksi Batik Tulis Berusia Ratusan Tahun

Acara Pembukaan Pameran Tekstil Warisan Budaya Dunia di Museum Tekstil

Batik koleksi dari dua kolektor asal Jerman ditampilkan pada pameran bertajuk Highlight from North Coast to Bimasakti dengan nuansa warna dan corak yang berbeda di Museum Tekstil Jakarta pada 10-28 Juni 2015. Kedua kolektor itu adalah Rudolf G. Smend dan Brigitte Willach.
Rudolf, 76, yang belajar batik pada 1973 di Taman Sari Yogyakarta memamerkan koleksinya berupa batik antik pesisiran. Sedangkan Brigitte, 66, memamerkan koleksinya hasil perajin Bimasakti Bantul.
Batik dari pesisir utara Jawa dan dari daerah Yogyakarta, masing-masing memiliki keindahan dan keunikan tersendiri.
Koleksi Rudolf menghadirkan batik tulis pesisir pantai utara Jawa yang kebanyakan usianya sudah tua. Ada sarung dari Pekalongan yang kira-kira diproduksi 1885-1900.
Terdapat kombinasi warna-warna cerah. Namun tidak semua bahan sarung itu diberi motif. Motif-motifnya sudah mendapat pengaruh dari budaya luar, seperti dari Eropa. Hal itu terlihat dari terdapatnya motif bunga, pita-pita.
Ragam hias yang bersifat naturalistik dan dipengaruhi oleh berbagai budaya asing seperti budaya Eropa, Islam, China dan India dengan aneka warna cerah yang menawan.
Pengaruh asing tersebut dapat dilihat pada beberapa koleksi Rudolf. Cirebon, Indramayu, Pekalongan, Batang, Tegal, Lasem, Rembang, Demak, Kudus merupakan sentra produksi batik di pesisir utara Jawa yang pada masanya memproduksi batik-batik dengan kualitas yang baik.
Berbeda koleksi Brigitte yang merupakan batik-batik yang dibuat oleh anggota Koperasi Batik Bimasakti, Giriloyo, Kab.Bantul, Yogyakarta. Adapun, pengembangkan Koperasi Batik Bimasakti baru sejak 1982.
Berbeda dengan batik Yogyakarta yang merupakan salah satu pusat kebudayaan Hindu-Jawa, juga daerah kerajaan yang kaya akan adat istiadat dan tradisi. Batik dari daerah Yogyakarta memiliki ragam hias yang umumnya bersifat simbolis. Tata warnanya terbatas pada warna hitam, putih, biru, dan cokelat.
Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, dibuat batik tulis dengan ragam hiasnya merupakan perpaduan batik saudagaran atau ragam hias batik keraton.
(bisniscom)
Cara Seo Blogger

Berita dan Tips-Tips Terbaru