Facebook  Twitter  Google+ Yahoo Instagram

Translate

Rabu, 27 Juli 2016

Thamrin City Dukung Usaha Tenun Khas Daerah dengan Menyediakan Toko Gratis



Pusat perbelanjaan Thamrin City terus mendorong berkembangnya usaha kerajinan tenun khas daerah dengan memberi dan kemudahan bagi para Pengrajin.

Menurut General Manager Thamrin City, Adi Adnyana, para Pengrajin dari berbagai daerah sentra tenun diundang untuk menghadirkan produk-produk khas di Thamrin City melalui kerja sama dengan Pemerintah Daerah.

“Diundang melalui Pemerintah Daerah untuk mengikuti pameran-pameran di Thamrin City dan berlanjut dengan menjual barang di Lapak dan Toko tanpa dikenakan biaya sewa selama beberapa bulan,” ujar Adi, Senin (25/7).

Menurut Adi, aneka produk kerajinan tenun masih perlu terus dipromosikan ke pasar dalam negeri dan luar negeri agar semakin dikenal dan semakin memajukan industri kreatif di daerah.

"Kerajinan tenun ini menjadi keunggulan Indonesia yang harus terus dipromosikan dan didukung perkembangan usahanya oleh semua pihak," tukasnya.

Adi mengakui, potensi pasar tenun masih sangat terbuka dan pihaknya memberikan dukungan untuk semakin mengenalkan aneka produk-produk tenun yang dijual di Thamrin City.

Perkembangan usaha kerajinan tenun dirasakan juga oleh Taufiq yang juga pemilik toko Gapuro di lantai 1 Thamrin City. "Disini kami menjual tenun dengan motif Papua, NTT, Bali, Batak dan daerah lainnya," papar Taufiq yang merupakan generasi ketiga dari usaha kerajinan tenun keluarganya di Jepara .

Diakui Taufiq, usaha kerajinan tenun Jepara di Thamrin City yang dirintis sejak 2012 makin memberikan keuntungan dan terus mendapatkan pesanan dari dalam dan luar negeri dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 500 ribu per potong kain. "Omset penjualan terus meningkat rata-rata bisa mencapai Rp 300 juta per bulan, " ungkap Taufiq yang kini punya 2 toko.

Berkembangnya penjualan aneka produk tenun di Thamrin City pun diakui Endang Astutik (49 tahun) pemilik toko Ratu Shima di lantai 1 Thamrin City. Usaha kerajinan tenun yang digelutinya menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang membantu menghasilkan produk kain tenun Jepara berkualitas. Di Tokonya, Endang juga menjual aneka tenun Jepara dengan motif Nusantara. "Kami menjual kain polosan, kain sarung, dan lainnya dengan harga Rp 20 ribu per meter hingga Rp 2 juta per satu stel kain dan sarung,” jelasnya.

Usahanya di Thamrin City dimulai tahun 2010 yang diawali dengan menyewa lapak dan akhirnya menyewa 2 toko. "Kini omset kita rata-rata bisa mencapai Rp 150 juta per bulan," ujar Endang yang kini mempekerjakan 40 orang di desa Troso tempat produksi tenun Jepara itu.

Berkembangnya usaha kerajinan juga dilihat pada toko Jula Huba di lantai 1 Thamrin City yang menjual aneka kerajinan tenun dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak 2 tahun lalu, toko Jula Huba ini hadir di Thamrin City dan kini sudah memiliki 2 buah toko di Thamrin City.

sumber : suarapembaruan
Cara Seo Blogger

Berita dan Tips-Tips Terbaru